Ditulis oleh: Facenuk| 03 Febuari 2026
Banyak talenta digital muda beranggapan bahwa menguasai bahasa pemrograman adalah satu-satunya kunci sukses di dunia teknologi. Namun, kisah Muammar Bahalwan, seorang pemuda asal Sidoarjo, membuktikan bahwa ada bumbu rahasia lain yang tidak kalah penting: soft skills dan prinsip untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai.
Dari Hobi Robotika hingga Menjadi Mahasiswa RPL ITS
"Proses dan pelajaran di setiap langkah jauh lebih bernilai daripada hasil akhir semata."
Ketertarikan Ammar pada teknologi bermula dari ekstrakurikuler robotika saat SMP. Logika pemrograman robot membawanya jatuh cinta pada dunia software engineering, hingga akhirnya ia memilih jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Menyadari bahwa bangku kuliah saja tidak cukup, Ammar memutuskan untuk mengasah kemampuannya lebih dalam melalui program intensif di Dicoding Bootcamp.
Pengalaman Nyata Lewat Capstone Project
"Capstone project adalah simulasi dunia kerja yang sesungguhnya. Di sini, kolaborasi lintas latar belakang menjadi tantangan sekaligus guru terbaik."
Salah satu poin paling krusial dalam perjalanannya adalah Capstone Project. Ammar belajar bagaimana bekerja dalam tim yang anggotanya memiliki usia dan pengalaman kerja yang beragam. Pelajaran tentang komunikasi, manajemen proyek, dan bagaimana menghadapi penolakan submission justru menjadi batu loncatan baginya untuk memahami materi secara lebih mendalam.
Membangun Personal Branding untuk Karier Profesional
Berkat ketekunannya, Ammar berhasil menuntaskan 27 kelas lintas jalur, mulai dari Front-End hingga Android. Dampaknya luar biasa:
- Dipercaya menjadi IT Development Lead di acara kampus.
- Mengembangkan sistem aplikasi konversi MBKM untuk ITS.
- Sukses lolos seleksi sebagai Android Intern di Nusantara Beta Studio (NBS).
Ammar menekankan bahwa materi Personal Branding dan Networking di bootcamp sangat membantunya dalam merapikan resume dan LinkedIn, sehingga kemampuan teknisnya dapat terlihat oleh para rekruter.
Menghadapi Tantangan Tech Winter dan Era AI
"Lawan utama kita bukan orang lain atau kecerdasan buatan (AI), melainkan rasa malas dalam diri sendiri."
Di tengah isu tech winter dan kemajuan AI, Ammar tidak gentar. Ia memilih untuk tetap adaptif dengan mempelajari teknologi terbaru (tech stack) setiap hari. Baginya, konsistensi belajar minimal 1-2 jam sehari adalah kunci agar tetap relevan di industri yang terus berubah ini.
Tips Sukses bagi Calon Developer Muda
Ingin mengikuti jejak Ammar? Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan:
- Selesaikan yang Dimulai: Jangan berhenti di tengah jalan saat mempelajari modul yang sulit.
- Asah Soft Skills: Komunikasi dan kerjasama tim sangat menentukan kesuksesan proyek.
- Bangun Bukti Kemampuan: Jangan hanya punya skill, tunjukkan lewat portofolio yang rapi di LinkedIn atau GitHub.
- Konsistensi adalah Kunci: Jadikan belajar sebagai rutinitas harian, bukan sekadar hobi sesaat.
Perjalanan Ammar adalah bukti bahwa dengan niat yang kuat dan ekosistem belajar yang tepat, mimpi besar untuk membangun startup dan memajukan talenta digital Indonesia bukanlah hal yang mustahil.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar